Lonceng Waktu(Toki no Kane)

Lonceng Waktu(Toki no Kane)

Destinations in Kawagoe

Description

Menara simbol yang mempresentasikan Kawagoe, kota kecil nan indah di Jepang. Lonceng ini berdiri dengan megah di daerah perkotaan Kuradzukuri yang dipenuhi dengan suasana yang memikat. Lonceng ini adalah salah satu bangunan yang dicintai oleh para warga di sekitarnya.

Lonceng ini sudah beroperasi selama kurang lebih 400 tahun, dan bahkan saat ini suara dari lonceng ini tetap bergema ke seluruh penjuru kota Kawagoe, sebanyak 4 kali dalam 1 hari (Pukul 6, 12, 15, dan 18). Suara dari lonceng ini sangat khas, dan setiap kali mendengarnya, anda akan merasakan suasana khas dari Kawagoe.

Menara dan lonceng ini sudah pernah rusak oleh kebakaran, tetapi tetap dibangun kembali beberapa kali selama zaman Edo.

Lonceng waktu, simbol dari Kawagoe yang berdiri tinggi dan megah di Perkotaan Kuradzukuri yang penuh akan emosi. Bangunan ini juga masih menyisakan suasana zaman feodal Jepang, dan juga Lonceng Waktu merupakan sebuah bangunan yang mengumumkan waktu semenjak awal zaman Edo, dan juga sebuah bangunan yang menjadi salah satu keberadaan yang melekat dengan hati para penduduk kota baik pada zaman Edo hingga era Reiwa saat ini.

Bangunan ini dibangun sekitar 400 tahun lalu oleh pemimpin Kawagoe saat itu, Sakai Tadakatsu. Sejak saat itu, lonceng ataupun bangunan dari Lonceng Waktu ini beberapa kali terbakar karena kebakaran hebat, tetapi juga berkali-kali direnovasi selama zaman Edo. 

Bangunan yang sekarang merupakan hasil renovasi ke-4, bangunan yang direnovasi setelah kebakaran hebat Kawagoe pada tahun 1893. Sepertiga bagian dari kota ini terbakar, tetapi bangunan Lonceng Waktu yang mengumumkan waktu adalah bangunan yang paling pertama direnovasi, lebih cepat daripada toko toko milik para pengusaha yang ada di Kawagoe. 

Meskipun zaman sudah berubah, tugas Lonceng Waktu untuk mengumumkan waktu tetap sama seperti dahulu, meskipun pemukulan lonceng sudah berubah dari manual ke otomatis oleh mesin. Bunyi dari lonceng yang menggema ini juga terpilih untuk masuk ke dalam “100 Pemandangan Suara di Jepang yang Diinginkan Untuk Tetap Berlanjut” oleh Kementerian Lingkungan Jepang pada tahun 1996.

Bangunan ini terdiri dari 3 tingkat yang terbuat dari kayu dengan ketinggian sekitar 16 meter. Lonceng ini bergema empat kali dalam sehari, yakni pukul 6 pagi, pukul 12 siang, pukul 3 sore, dan pukul 6 sore, serta suasana dari tiap kali lonceng ini berbunyi, seperti langit, hiruk pikuk penduduk, membuat kita merasakan suasana pada zaman Edo dahulu.