Renkeiji

Description

Ketika kalian berjalan dari stasiun menuju ke arah Perkotaan Kuradzukuri atau Kashiya Yoko-cho, anda akan menemui sebuah kuil. Kuil tersebut adalah Renkeiji, sebuah kuil buddha bersejarah yang selesai dibangun pada zaman Muromachi.

Di kuil ini, terdapat patung Obinzuru-sama yang dipercaya jika anda menyentuh dan mengelusnya, maka penyakit yang ada di dalam tubuh akan hilang. Kuil ini juga merupakan tempat adanya satu dari Shichi Fukujin atau tujuh dewa keberuntungan yang ada di Kawagoe. Pada tanggal 8 tiap bulannya, kuil ini mengadakan pertunjukkan, upacara serta ritual dalam rangka Ennichi atau hari yang dipercaya sebagai lahir atau meninggalnya seorang dewa, sehingga selalu ramai didatangi oleh pengunjung, baik yang datang untuk berdoa, ataupun untuk sekedar berwisata.

Kuil Kumano Kawagoe yang berada di seberang jalan, pada awalnya adalah bagian dari Renkeiji, tetapi karena kebijakan pemisahan antara Buddha dengan Shinto pada awal era Meiji, kini keduanya menjadi dua kawasan yang berbeda.

Di samping kotak persembahan pada kuil utama, terdapat patung berwarna merah pekat dari Obinzuru-sama. Obinzuru-sama merupakan salah satu pengikut dari Shaka atau Buddha Gautama, dan jika anda menyentuh bagian badan dari patung ini, dipercaya bahwa penyakit yang ada di dalam tubuh akan sembuh, dan jika anda menyentuh bagian kepala, dipercaya bahwa anda akan menjadi pintar. Lalu, di dalam kawasan kuil ini juga terdapat lonceng yang akan berbunyi sebanyak 18 kali pada pukul 3 sore setiap harinya.

Dipercaya bahwa setiap bunyi lonceng ini mempunyai peran untuk mendoakan kebahagiaan bagi setiap orang yang mendengarnya, dan hal itu pula yang menjadi pembeda dengan lonceng waktu yang ada di Perkotaan Kuradzukuri. Asal usul dari angka 18 sebagai jumlah dari bunyi lonceng ini, adalah karena pada zaman pemerintahan Tokugawa, kuil ini merupakan 1 dari 18 kuil yang diberi mandat sebagai pusat pendidikan agama Buddha pada saat itu.